Sumur Berusia Hampir Seabad di Masjid Raya Senapelan Masih Dimanfaatkan Jemaah
By Admin
Sumur tua di Masjid Raya Senapelan
nusakini.com, Pekanbaru— Sebuah sumur tua di lingkungan Masjid Raya Senapelan hingga kini masih digunakan oleh jemaah untuk kebutuhan air bersih. Sumur tersebut diketahui telah ada sejak akhir dekade 1920-an dan menjadi bagian dari sejarah awal perkembangan kawasan Senapelan.
Ketua Pengurus Masjid Raya Senapelan, H Juli Usman, mengatakan sumur itu dibangun oleh seorang dermawan bernama Haji Sulaiman India sekitar tahun 1928. Menurutnya, hingga saat ini air dari sumur tersebut tetap mengalir dan digunakan.
Pernyataan itu disampaikan H Juli Usman saat ditemui di Pekanbaru, Kamis (26/2/2026).
Secara teknis, sumur memiliki kedalaman sekitar lima hingga enam meter dan berada di dataran yang relatif lebih tinggi. Meski demikian, debit airnya disebut tidak pernah mengalami kekeringan, termasuk saat musim kemarau.
Pengurus masjid juga melakukan penataan dengan menempatkan sumur di ruang khusus dan memasang pelindung permanen. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan, kebersihan, serta keberlanjutan fungsi sumur.
Selain itu, pengelola telah menambahkan sistem penyaringan sehingga air yang dialirkan melalui keran di luar ruangan sumur dapat digunakan langsung oleh jemaah.
Sumur tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sumber air, tetapi juga menjadi bagian dari peninggalan sejarah yang masih dimanfaatkan hingga kini. (*)